Senin, 17 September 2007

Urutan Lahir Dalam Pernikahan

Urutan Lahir Dalam Pernikahan

Seorang pakar pernikahan, Kevin Leman, percaya bahwa kepribadian,
cara
berbisnis, perspektif dalam mengasuh anak, serta cara memilih
pasangan
sangat tergantung pada posisi seseorang sebagai anak dalam keluarga.
Apakah IA anak tunggal, sulung, tengah atau bungsu. Mari Kita lihat
pernikahan dari kacamata ini.

Pertanyaan Hari ini hanya satu, kombinasi mana yang paling tepat
untuk
menuju pernikahan yang bahagia? Bungsu + Sulung? Bungsu + tengah?
Atau...

Masukan pertama dari Kevin Leman ialah, "Jika anda ingin bahagia
dalam
pernikahan, cari pasangan yang berbeda dari posisi anda. Semakin jauh
semakin baik". Pasangan yang urutan lahirnya bertolak belakang,
biasanya
saling menarik satu sama lain, sehingga sangat baik dalam kehidupan
pernikahan. Menurut hasil penelitian para pakar, anak tunggal + anak
bungsu menciptakan pasangan yang terbaik. Disusul dengan anak sulung
+
anak bungsu di peringkat kedua Dan anak tengah + anak bungsu ditempat
ketiga.

Mari Kita lihat secara singkat kombinasi pasangan berdasarkan posisi
mereka sebagai anak dalam keluarga Dan mengapa dapat mengarah ke
hubungan
yang baik atau buruk Dan beberapa tips penting yang mengikutinya.
Satu hal
penting yang harus anda camkan, tidak Ada jaminan sama sekali bahwa
kombinasi seperti ini akan menuntun sebuah pasangan secara otomatis
ke
arah bahagia. Poinnya hanyalah, Adaindikasi-
indikasi tertentu yang
mengarah pada satu kesimpulan bahwa kombinasi tepat pada sebuah
pasangan akan membantu mereka menghadapi berbagai masalah dalam
pernikahan.

Sulung + Sulung , Tunggal + Tunggal = Perebutan kekuasaan

si sulung Dan si anak tunggal memiliki posisi yang sama. Masalah yang
dihadapi oleh pasangan ini biasanya seputar sifat perfeksionis Dan
penetuan siapa yang menang dalam kompetisi 'penguasa' di rumah tangga
mereka. Berikut beberapa tips untuk mengurangi ketegangan Dan
menambah
keharmonisan dalam keluarga:

Berhenti mengkritik pasangan anda! Kritik pedas biasanya menjadi
hobi para
anak tunggal. Tetapi Hari ini, gigit lidah anda Dan
berhentilah, kalau memang anda ingin bahagia. Lidah anda bagaikan
kemudi
kapal Dan kekang pada mulut kuda. Sangat menentukan kemana
pernikahan anda
akan dibawa. Jangan memiliki ekspetasi yang berlebihan pada segala
sesuatu, sehingga anda menjadi sangat keras pada diri sendiri maupun
pasangan anda. Definisikan 'peran' dengan benar untuk menghindari
perdebatan
mengenai siapa yang berhak melakukan ini Dan itu. Rundingkan Dan
putuskan
sejak awal, siapa melakukan apa. Pertimbangkan kondisi Dan tanggung
jawab
pasangan anda. Berhenti memaksakan kehendak! Banyak jalan menuju
Roma, Dan
jalan
anda mungkin bukan yang paling mulus. Belajarlah untuk berkata "Kamu
benar
juga, ayo Kita coba dengan caramu."

Sulung + Tengah = Paradoks

Para anak sulung harus mencatat fakta penting bahwa anak tengah
memiliki
rekor terbaik dalam mempertahankan sebuah pernikahan. Fakta penting
bagi
anak tengah, anak sulung adalah paradoks yang menjengkelkan. Sebagai
anak
yang memiliki kakak Dan adik, anak tengah sangat terbiasa
berkompromi,
bernegosiasi Dan biasanya tidak terbiasa mengungkapkan perasaan
mereka
yang sebenarnya. Beberapa saran untuk pasangan ini:

Sering-seringlah berbincang. Jangan biarkan pasangan anda
berkata "semua
baik-baik saja", tanpa tahu kebenarannya. Kalau memungkinkan,
usahakan
untuk berbagi perasaan satu sama lain, setiap Hari. Buat pasangan
anda
merasa spesial terus menerus. Khusus bagi anak sulung, berikan
pasangan
anda hadiah atau kejutan-kejutan kecil sesering mungkin, karena anak
tengah cenderung kurang menjadi pusat perhatian didalam keluarga. Hal
kecil sehubungan ini penting diketahui, bahwa setiap Hari seorang
wanita
membutuhkan konfirmasi apakah pasangannya benar-benar mencintainya.
Pecahkan masalah Dan ambil keputusan bersama-sama.

Sulung + Bungsu = Happy Ending

Sekali lagi, pernyataan diatas hanya berdasarkan apa yang biasanya
terjadi. Dari riset terhadap tiga ribu pasangan dengan kombinasi
diatas,
terlihat bahwa pasangan ini secara alamiah tertarik satu sama lain.
Anak
sulung mengajarkan hal-hal seputar prinsip hidup Dan rencana masa
depan,
sedangkan anak bungsu membantu pasangannya untuk lebih santai dalam
menghadapi hidup. Menurut para peneliti, yang terbaik ialah istri
sulung
Dan suami bungsu. Wanita yang terlahir sebagai anak sulung cenderung
memiliki naluri keibuan yang sangat tinggi Dilain pihak, pria yang
terlahir sebagai anak bungsu cenderung membutuhkan kehangatan
seorang ibu.
Dalam hal ini mereka saling melengkapi. Tetapi anda harus ingat,
bahwa
pernikahan yang berhasil bukan dilahirkan, tapi diciptakan. Dua
orang yang
bersatu harus bekerja sama, saling mencintai Dan
saling 'menguntungkan'
satu sama lain. Berikut tips untuk pasangan kombinasi
harmonis ini:

Jangan biarkan pasangan -anak bungsu- anda mengambil kentungan dari
anda.
Terutama jika pasangan anda itu seorang pria. Buatlah dia mengerti
bahwa
mengurusi 'tetek bengek' di rumah bukan hanya tugas seroang
wanita. Jangan terlalu mengekspos kelemahan pasangan anda. Setiap
orang
punya kelemahan, Dan harus diperbaiki dengan cara sebaik mungkin.
Perlahan, tapi pasti. Beri perhatian maksimal satu sama lain. Jaga
komunikasi Dan pastikan bahwa peran anda Dan pasangan tetap seimbang
dalam
porsi yang wajar.

Tengah + Tengah = Kacau?

Bisa saja kacau jika dibiarkan apa adanya. Kelemahan pasangan ini
terletak
pada komunikasi yang terhambat. Keduanya menghindari kemungkinan
perdebatan Dan masing-masing juga cenderung merasa kalau pendapatnya
tidak
begitu penting. Sifat ini lahir alami dalam diri anak tengah jika
disatukan. Cobalah satu cara ini:

- Letakkan toples di tempat yang paling sering anda berdua lewati.
Meja
makan contohnya.

- Siapkan potongan kertas dengan dua warna yang berbeda, merah untuk
pria
Dan putih untuk wanita.

- Tuliskan secara spontan apa saja yang ingin anda diskusikan dengan
pasangan dan masukkan kedalam toples.

- Siapkan waktu khusus untuk membahasnya.

Pasangan yang malas berdiskusi kadang lebih merasa nyaman untuk
menulis.
Karena itu, walau kaum pria menganggap hal ini sangat merepotkn,tak
ada
salahnya jika dicoba. Beberapa tips penting lainnya ialah:

Bangunlah kepercayaan diri pasangan anda lewat pujian atau apapun.
Jangan
batasi pergaulan. Tetaplah memiliki sebanyak mungkin teman, asalkan
tidak
mengarah pada kemungkinan untuk selingkuh! Jangan berhenti memberikan
perhatian pada pasangan anda. Ini sangat penting karena pujian
menjadi
kebutuhan setiap orang, terutama dalam hal ini anak tengah. Diatas
segalanya, hormatilah pasangan anda. Contoh yang sederhana, jangan
pernah
lupa telepon jika anda pulang terlambat malam ini.

Tengah + Bungsu = Aman

Kemungkinan sukses kombinasi ini sangat besar, karena merupakan
campuran
dari si negosiator dan si makhluk sosial. Entah bagaimana rumusnya,
tetapi
jika mereka disatukan akan terjadi komunikasi yang sangat lancar,
terlepas
dari sifat masing-masing. Tips untuk semakin aman dalam membina
pernikahan:

Jangan pernah merendahkan pasangan anda, walaupun misalnya ide-ide
yang ia
utarakan terdengar aneh atau bodoh. Jangan lupa mencoba hal-hal baru
untuk
bersenang-senang dan menikmati hidup berdua. Berusahalah menonjolkan
kelebihan pasangan anda. Usahakan untuk saling berbagi -menerus.
Jangan
tertawa sendirian!

Bungsu + Bungsu = Kalang Kabut

Kombinasi ini biasanya terbelit dengan masalah finansial yang pekat,
juga
masalah-masalah berat lainnya. Karena itu sejak awal, mereka wajib
duduk
bersama dan membahas hak dan kewajiban masing-masing, serta
kesepakatan
untuk menerapkan disiplin didalam rumah tangga. Jika ini tidak
dilakukan,
kekacauan sudah mengintip di balik pintu. "Listrik kita diputus PLN!!
bukannya kamu yang mestinya bayar listrik?".

Kebiasaan buruk anak bungsu biasanya ialah menyalahkan orang lain.
Jadi
anda dan pasangan sama-sama anak bungsu, tebak saja apa yang akan
terjadi.
Berikut beberapa tips untuk pasangan ini:

Jangan saling bersilat lidah dan telinga. Jadilah pendengar yang
baik bagi
pasangan anda, terbukalah, dan jalankan hasil kesepakatan
bersama tanpa memanipulasi apapun. Saling koreksi dan mengingatkan
satu
sama lain, untuk menghindari hal-hal yang rentan terlewatkan. Jangan
menyulut pertengkaran. Hadapi segala sesuatu dengan santai dan
tenang.
Jangan pernah berhenti bercanda dan tertawa berdua.

Semua pernyataan diatas bukan satu rumus yang pasti. Semua hanyalah
indikator berdasar hasil penelitian semata. Jadi dimanapun posisi
anda
sekarang, tetaplah berusaha menjalankan yang terbaik dan
bersyukurlah jika
posisi anda dalam keluarga tidak berpengaruh dalam kehidupan berumah
tangga. Dengan kata lain, pembahasan diatas iala sbuh etnjuk, bukan
anak
panah. Jadikan saja sebagai satu pengetahuan yang membawa ke arah
pernikahan yang lebih bahagia.

Tidak ada komentar: